Rabu, 22 Juli 2020

KOMBIS - KD 01 KOMUNIKASI BISNIS

Pertemuan 1

Mata pelajaran: Komunikasi bisnis/ SMK/ X Bisnis Daring dan Pemasaran sem. 1

Prakata
            Selamat bergabung pada kelas X paket keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran. Pada paket keahlian ini, siswa sekalian belajar beberapa Mata pelajaran  kelompok Produktif C1.
Adapun salah satu Mata pelajaran pada kelompok C1 BDP adalah Komunikasi Bisnis.

            Pada Mapel Komunikasi bisnis kelas X/ Sem 1 / SMK/  Untuk Paket Keahlian Bisnis Daring dan pemasaran siswa mempelajari beberapa kompetensi dasar yang akan di uraikan pada video berikut ini. silahkan siswa sekaian catat kompetensi dasar tersebut, untuk dipelajari pada pertemuan - pertemuan berikutnya.

Pertemuan ke 2

Minggu, 12 Juli 2020

ADMINISTRASI TRANSAKSI - KD 01 SOP ADM TRANSAKSI

 Pertemuan 1

Siswa Bisnis Daring dan Pemasaran kelas XI semester 1
Pada Mata Pelajaran Administrasi Transaksi sem 1 ini, Kalian mempelajari 5 kompetensi Dasar.
Adapun kompetensi dasar tersebut akan di sajikan dalam video berikut ini, silahkan disimak dan di catat sebagai  dasar untuk belajar pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
Mata pelajaran Administrasi Transaksi ini, diberikan pada kelas XI dan XII BDP pada semester 3, 4 5 dan 6.

Sebagai pertemuan awal, silahkan disimak video berikut ini.





Pertemuan 2
KD 1. SOP ADMINISTRASI TRANSAKSI
3.1 Memahami SOP Administrasi Transaksi
Indikator:
               1.    Menjelaskan Pengertian SOP Perusahaan
               2.    Menjelaskan Manfaat SOP    didalam perusahaan
               3.    Memahami    standard prosedur operasional administrasi
               4.    Menjelaskan Berkas- berkas administrasi transaksi

Materi Pelajaran.

Peta konsep yang akan dipelajari sbb:


 

Prakata
Administrasi transaksi merupakan hal yang penting dalam kegiatan perusahaan karena perubahan mengenai keluar masuknya keuangan akan di tuliskan pada administrasi tersebut. Administrasi mengandung unsur; ada kegiatan; ada manusia yang bekerjasama; ada tujuan yang ingin dicapai. Untuk mewujudkan tujuan tersebut dibantu administrasi  melalui fungsi manajemen meliputi; perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan (Planning, organizing, actuating, controlling).

Transaksi merupakan aktifitas perusahaan yang berakibat pada perubahan posisi harta keuangan suatu perusahaan. Misal Pembelian, penjualan, pembayaran gaji, serta pengeluaran lainnya.Sedangkan unsur yang terlibat pada administrasi transaksi adalah Manusia, harta kekayaan dan metode.

1. Manusia berfungsi untuk melakukan pencatatan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.
2.    Harta kekayaan merupakan rincian keterangan mengenai asset/ harta perusahaan.
3.    Metode yaitu cara atau ketentuan yang digunakan untuk mencatat administrasi.

A.    Apakah SOP (standart Operating Procedure)
SOP merupakan aturan/ pedoman baku yang diterapkan suatu Perusahaan/Institusi untuk melaksanakan kegiatan. Sehingga dengan adanya SOP diharapkan kinerja akan lebih baik.
Administrasi berasal dari bahasa latin(Yunani) Ad artinya kepada, sedangkan ministrate artinya melayani, mengabdi.

Pengertian Administrasi
Dalam arti sempit, administrasi  adalah penyusunan keterangan-keterangan secara sistimatis dan pencatatan secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh keterangansecara keseluruhan dalam hubungan satu sama lain.

Dalam arti Luas, Administrasi  berasal dari kata Administration.
Menurut Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto dalam buku Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan, “ Segala pengaturan atau penataan seluruh sumber daya (manusia dan non manusia) dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

B.    Unsur- unsur Administrasi
Unsur yang terlibat didalam kegiatan administrasi sbb:
1.    Manusia (Man)
Manusia merupakan unsur terpenting dalam kegiatan yang dilakukan perusahaan misalnya Penjualan, pembelian, pengawasan, penggajian, promosi, administrasi dll. Kualitas manusia akan sangat menentukan keberhasilan kegiatan yang dilakukan. Kegiatan yang dilakukan manusia professional akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan yakni efektif dan efisien. Oleh karena itu perusahann harus selalu memelihara dan meningkatkan kompetensi manusia yang terlibat dalam kegiatan perusahaan karena hal itu merupakan asset perusahaan.
2.    Metode (Method)
Adalah cara untuk melaksankan hal yang telah dirancang dengan baik sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud sesuai rencana awal. Metode yang digunakan dalam melaksankan administrasi penjualan harus berpedoman pada SOP administrasi transaski perusahaan yang bersangkutan.
3.    Harta kekayaan (Materiil)
Adalah hartakekayaan perusahaan yang digunakan untuk melakukan kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien. Harta kekayaan itu dapat berupa uang, perlengkapan administrasi, peralatan dan tempat (Kantor).Selain untuk meilah antara perlengkapan dan peralatan kantor, unsur harta kekayaan tersebut dalam pengadministraisan berguna untuk mengetahui masa ekonomis suatu barang dsehingga dapat diketahui kapan harus melakukan pembaharuan.

Pertemuan ke -3

A.    Manfaat, Tujuan dan fungsi Administrasi
Administrasi merupakan salah satu bagian terpenting pada penyelenggaraan dan pengelolaan suatu usaha, apapun jenis usahanya dan seberapapun besar kecil bisnis yang dijalankan. Berikut ini adalah manfaat dari Administrasi untuk suatu kegiatan bisnis.
1)   Dapat mengetahui barang masuk dan keluar dan hasil pembelian maupun penjualan sehingga dapat diketahui resiko kehilangan barang.
2)    Perusahaan dapat melakukan service purna jual kepada konsumen jika konsumen memiliki bukti transaksi yang telah dilakukan.
3) Perusahaan dapat menghubungi seluruh rekanan bisnis baik itu konsumen, suplayer maupun pihak pemerintah.
4) Memudahkan akses informasi untuk pihak- pihak yang membutuhkan informasi tentang hasil pengadministrasian tersebut sepanjang tidak menyangkut rahasia perusahaan.

B.    Tujuan Administrasi
Administrasi diartikan sebagai penyusunan dan pencatatan data secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan tujuan memberikan suatu keterangan serta dapat memudahkan memperoleh kembali keterangan yang dibutuhkan perusahaan. Adapun tujuan administrasi adalah:
1) Membantu  menyusun program pengembangan usaha dan kegiatan perusahaan.
2)    Dapat mengamankan jalannya kegiatan usaha.
3)    Membantu memantau aktivitas administrasi perusahaan.
4)   Dapat digunakan untuk menilai dan mngevaluasi kinerja suatu organisasi/ perusahaan


C.    Fungsi Administrasi
Fungsi- fungsi administrasi sbb;
1)    Planning (perencanaan)
2)    Organizing ( Pengorganisasian)
3)    Coordinating ( Koordinasi/kerjasama)
4)    Reporting (Pelaporan)
5)    Budgeting ( Pegelolaan anggaran)
6)    Staffing ( Uraian tugas dari pegawai)
7)    Directing (pengarahan dan bimbingan)
 

Kamis, 21 Mei 2020

Pencatatan Transaksi Penerimaan dan Pengeluaran kas (Lanjutan)

Lisa Nurhayati, S.Pd ; SMKN 1 Pogalan

Materi Pembelajaran

Apa Pengeluaran kas itu? 

Pengeluaran kas merupakan proses yang meliputi Penyetoran, pembayaran, penyerahan dan pertanggungjawaban dari serangkaian keluarnya uang di suatu perusahaan. Sistem akuntansi Pengeluaran kas adalah suatu sistem pencatatan yang berfungsi untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran di dalam perusahaan baik menggunakan cek maupun uang tunai dalam menunjang kegiatan suatu perusahaan. 
Bentuk sistem akuntansi pengeluaran Kas
1. Sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek Sistem ini biasanya digunakan perusahaan untuk pengeluaran yang jumlah nominalnya besar. Dokumen yang digunakan
 a. Bukti Kas keluar Bukti kas keluar memuat sebuah perintah untuk melakukan pengeluaran kas kepada bagian kasa sesuai jumlah yang tertera dalam dokumen transaksi tersebut. Bukti kas keluar berfungsi sebagai surat pemberitahuan yang dikirim kepada kreditor sebagai dokumen sumber untuk melaksanakan pencatatan yang berkaitan dengan berkurangnya utang.
 b. Cek Cek merupakan bukti transaksi yang memuat surat perintah kepada bank untuk melakukan pembayaran sesuai nominal dan ditujukan kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada cek tersebut. Terdapat dua pilihan untuk penggunaan cek sebagai pembayaran yaitu: 
1. Chek issuer membuat cek atas nama
2. Chek issuer membuat cek atas unjuk



 .

2. Catatan Akuntansi yang digunakan Dalam melakukan pencatatan akuntansi, buku-buku akuntansi tersebut memiliki fungsi dan kegunaannnya. Buku untuk mencatat sebuah transaksi dalam sistem akuntansi pengeluaran kas menggunakan cek sbb:

a. Jurnal pengeluaran kas Jurnal pengeluran kas memuat pencatatan pengeluaran didalam perusahaan sebagai pencatatan pengeluaran kas serta untuk pembentukan dana kas kecil dan dalam pengisian kembali kas kecil 

b. Register cek Register cek digunakan untuk melakukan pencatatan cek perusahaan yang telah dikeluaran sebagai pembentukan seta pengisian kembali dana kas kecil. Dengan kata lain register cek merupakan satu buku yang digunakan untuk mencatat setiap pengaluaran cek dalam periode tertentu dengan mendebet ulang dari voucher yang sudah dibayarkan.

 c. Jurnal pengeluaran kas kecil Jurnal pengeluaran kas kecil merupakan jurnal khusus yang memuat pengeluaran dana kas kecil suatu perusahaan dan sebagai alat distribusi pendebetan yang timbul di akibatkan oleh pengeluaran dana kas kecil. Penggunaan jurnal ini dilakukan apabila menggunakan sistem saldo berfluktuasi. 

3. Prosedur Pengeluaran Kas dalam Perusahaan Prosedur pengeluaran kas sebaiknya sebaiknya dirancang dengan baik sehingga hanya pengeluaran yang telah disetujui dan sesuai untuk kegiatan perusahaan yang akan dicatat dalam pembukuan suatu perusahaan. Untuk menghasilkan sebuah sistem pengendalian yang baik maka prosedur pengeluaran kas harus memperhatikan hal-hal berikut: 

a. Semua pengeluaran harus menggunakan bukti berupa cek. Sedangkan pengeluaran dengan jumlah kecil dapat mengunakan dana kas kecil.
b. Semua pengeluaran kas harus memperoleh persetujuan dari yang berwenangterlebih dahulu.
c. Untuk pemisahan tugas yang berkaitan dengan hak yang menyetujui kas, penyimpanan kas dan pengeluaran beserta pencatatan kas maka dibentuk sesuai keahliannya. 

1. Sistem Voucher Sistem voucher menerupakan bahwa setiap pembelian barang dan jasa harus diselesaikan dengan pengeluaran uang beserta bukti intern berupa voucher. Bukti ini dibuat baik untuk pembelian tunai maupun pembelian kredit. Bukti yang diterima dari pihak luar misalnya faktur atau kuitansi dilampirkan dalam voucher sebagai bukti pendukung. Pada setiap pembelian barang maupun jasa, baik dengan sistem pembayaran tunai maupun kredit, hal pertama yang dicatat sebgai kredit merupakan akun utang voucher. Voucher pada hakikatnya merupakan bukti tentang persetujuan mengeluarkan uang maka didalmnya harus terdapat kolom yang menunjukkan adanya persetujuan tersebut. Ada 2 macam persetujuan yakni persetujuan terhadap pembelian barang dan jasa yang tercantum dalam voucher dan persetujuan atas pembayarannya. Untuk memastikanbahwa pengeluaran uang telah dicatat dengan benar, diperlukan persetujuan terhadap akun akun ysng di debet (pembebanannya). Petugas-petugas yang membuat voucher serta mencatat di buku voucher dan buku cek keluar juga harus mencantumkan paraf. Kolom diisi pada saat cek dikeluarkan. Kolom “utang voucher” diisi sebesar utang yang tercantum sebelumnya. Jumlah yang dibayar mungkin sama atau lebih kecil daripada jumlah voucher. Jika terdapat potongan pembelian atau pengurangan harga, jumlah Yng dibayar akan lebih kecil dibandingkan dengan utang voucher. Tanggal pembayarannya tidak harus sama dengan tanggal terjadinya transaksi.  

2. Buku Voucher Dalam sistem voucher, semua transaksi pembelian, baik tunai maupun kredit, dicatat erlebih dahulu sebagai utang voucher. Dalam bentuk ayat jurnal, akun yang dikredit untuk semua transaksi adalah sama, yaitu utang voucher. Akun yang di debet sebalknya, dapat terdiri dari berbagai macam. Kolom debet dalam buku voucher perlu menyediakan kolom-kolom untuk beberapa akun. Banyaknya kolom yang disediakan tergantung pada kebutuhan.
Dalam sistem voucher, semua transaksi pembelian baik tunai maupun kredit, dicatat terlebih dahulu sebagai utang voucher.
Dalam bentuk ayat jurnal, pencatatan transaksi tersebut sbb: 

Beban Pengiriman (debet)      XXXX
Utang Voucher (Kredit)          XXXX

Kolom “serba serbi” digunakan untuk mencatat akun-akun yang tidak disediakan kolom khusus. Kolom “Tanggal” diisi dengan tanggal terjadinya transaksi demikian juga kolom nomor “Nomor Voucher” kolom ini dicatat dengan nomor voucher yang bersangkutan. Kolom”kredit” dan “debet” diisi dengan jumlah yang didebet dikredit, dengan ketentuan bahwa jumlah yang didebet harus diletakkan dalam kolom yang tepat. Jika suatu transaksi mempengaruhi akun yang tidak disediakan kolom khusus dalam buku voucher, maka debet dari transaksi dicatat dalam kolom”serba-serbi”. Kolom pembayaran dari kolom “Tanggal” dan “cek nomor” diisi pada saat dilakukan pembayaran dan untuk itu dikeluarkan cek. Voucher-voucher yang kolom pembayaran belum diisi merupakan voucher yang belum dibayar.jumlah dari voucher-voucher tersebut menunjukkan utang voucher pada suatu saat tertentu. Setiap akhir bulan, jumlah debet dan jumlah kredit yang dicatat dalam buku voucher harus diperiksa kesamaannya. Kesamaan antara jumlah debet dan jumlah kredit menunjukkan bahwa pencatatan telah dilakukan dengan benar.

3 Arsip Voucher Belum Dibayar Setelah dicatat dalam buku voucher, tahap berikutnya adalah menyimpan voucher yang bersangkutan dalam “Arsip voucher yang belum dibayar”. Dalam arsip ini, voucher disimpan menurut tanggal pembayaran. Pada saat harus dibayar, voucher diambil dari arsip untuk dibuatkan cek. Jadi, jumlah dari voucher yang terdapat dalam”Arsip voucher belum dibayar” harus sama dalam buku yang kolom pembayarannya belum terisi. Jumlah ini merupakan utang voucher pada saat tertentu. 3. Buku Cek Keluar Seperti telah dijelaskan, pada saat harus dibayar,voucher dimbil dari arsip voucher belum dibayar untuk dibuatkan cek. Pada saat ini, kolom pembayaran dari buku voucher diisi dengan tanggal dan nomor cek yang dikeluarkan. Cek yang dikeluarkan perusahaan dicatat dalam buku cek keluar. Buku cek keluar mempunyai kolom-kolom: “Tanggal”,”Nomor cek”, dan “dibayarkan kepada”. Kolom-kolom ini diisi dengan data yang terdapat dlam cek yang bersangkutan. Data-data tersebut juga dapat diperoleh dari voucher, tanggal dn nomor cek yang dikeluarkan juga dicatat dalam buku voucher. Kolom ”Nomor Voucher” diisi dengan nomor voucher untuk cek yang dibuat. Buku cek keluar, pada hakikatnya, merupakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua pelunasan utang voucher yang dilakukan dengan mengeluarkan cek. 

4. Arsip Voucher Telah Dibayar Setelah dibayar, voucher dan dokumen-dokumen pendukungnya dicap “LUNAS”, kemudiandisimpan dalam arsip “Voucher Telah Dibayar”. Arsip ini dibuat terpisah dengan arsip “Voucher Telah Dibayar”. 

5. Kas Kecil Menurut Seomarso S.R dalam bukunya yang berjudul Akuntasi Suatu Pengantar adalah dalam praktik tidak semua pengeluaran uang dilakukan dengan cek. Pengeluaran yang berjumlah kecil, contohnya biaya ongkos taksi, membeli gula, teh atau nasi kotak, hal tersebut tidak dapat menggunakan cek karena tidak praktis dalam penggunaannya. Untuk mengatasi pengeluaran-pengeluaran semacam itu, perusahaan menyisihkan sejumlah uang tertentu yang disebut dana kas kecil,uang yang disisihkan untuk dana. 

 Selamat belajar.

Senin, 11 Mei 2020

Pencatatan Transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas

 

Pencatatan Transaksi penerimaan dan pengeluaran Kas

 


Untuk Kelas XI Bisnis Daring Dan Pemasaran Sem. II


Materi Pembelajaran

Apakah kas itu?
Kas adalah suatu aktiva didalm perusahaan yang paling likuid dan hampir semua transaksi akan berhubungan dengan kas. Jadi yang dimaksud kas adalah sebuah alat pertukaran yang valid dan dapat diterima sebagai pelunasan utang atau sebagai setoran ke Bank dengan jumlah sebesar nominal. Kas juga dapat disimpan dibank dan dapat diambil sewaktu-waktu.Penerimaan dan pengeluaran kas dalam system pencatatanya digunakan untuk pencatatan uang masuk dan keluar didalam perusahaan dalam periode tertentu.

Transaksi penerimaan kas merupakan transaksi akibat dari penerimaan uang dan bertambahnya asset dari perusahaan berupa kas, sedangkan transaksi pengeluaran kas merupakan transaksi akibat dari pengeluaran uang yang menyebabkan berkurangnya asset perusahaan yang berupa kas atau bank.

Dalam system akuntansi, pengeluaran kas terdiri dari dua system pokok, dalam praktiknya meliputi:
System akuntansi pengeluaran kas dengan cek dan system akuntansi pengeluaran kas dengan uang tunai melalui system dana kas kecil.

1.     Pengertian Penerimaan Kas
Sistem akuntansi penerimaan kas merupakan suatu system pencatatan yang digunakan sebagai pencatatan yang berkaitan dengan penerimaan uang  yang bersumber dari penjualan tunai dan piutang. Selanjutnya penerimaan tersebut dapat digunakan sebagai penunjang aktivitas umum perusahaan. Sistem penerimaan kas ini merupakan proses aliran kas yang terjadi di dalam perusahaan secara berkelanjutan sepanjang perusahaan tersebut beroperasi. Sedangkan penerimaan kas merupakan aktiva berupa kas yang diterima pihak perusahaan yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga dan mempunyai sifat bisa segera digunakan dan bersumber dari suatu transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang atau suatu transaksi lainnya yang mengakibatkan bertambahnya kas dalam perusahaan.

2.     Pencatatan Transaksi Penerimaan Kas
Melakukan pencatatan akuntansi harus teliti dan mengerti dasar kegunaan dari buku-buku tersebut sehingga penctatannya tidak salah. Berikut tempat pencatatn akuntansi yang digunakan dalam system penerimaan kas:
a.     Jurnal Penjualan
Jurnal penjualan ini berfungsi sebagai pencatatan dan meringkas data yang berkaitan dengan penjualan. Pembuatan jurnal penjualan ini di sediakan satu kolom untuk setiap jenis produk sehingga dapat meringkas informasi penjualan berdasarkan jenis produk tersebut apabila perusahaan menjual lebih dari satu macam produk dan pihak perusahaan  memerlukan informasi penjualan setiap jenis produk yang dijualnya selama jangka waktu tertentu.

b.    Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas berfungsi sebagai pencatatan penerimaan kas dari aktivitas perusahaan dari berbagai sumber salah satunya akibat dari penjualan tunai.

c.     Jurnal Umum
Jurnal Umum digunakan apabila terjadi transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai. Jurnal ini berfungsi untuk mencatat harga pokok produk yang akan di jual.

d.    Kartu Persediaan
Kartu Persediaan berfungsi sebagai pencatatan berkurangnya harga pokok produk yang dijual perusahaan. Kartu persediaan ini dapat digunakan untuk mengawasi keluar masuknya persediaan barang yang disipan di gudang.

e.     Kartu Gudang
Kartu gudang bukan catatan akuntansi karena kartu gudang berisi data kuantitas persediaan barang yang disimpan digudang. Kartu gudang berfungsi untuk mencatat berkurangnya kuantitas produk di gudang.


3.     Bentuk Penerimaan Kas dalam perusahaan

a.     Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Penjualan tunai yaitu penjualan yang mewajibkan pembeli melakukan pembayaran dahulu sebelum barang diserahkan kepada pembeli. Setelah penerimaan uang oleh perusahaan atau penjual maka barang dapat diserahkan kepada pembeli selnajutna perusahaan/penjual melakukan pencatatan transaksi penjualan tunai sebagai pembukuan akuntansi.

3      Bentuk system penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Penerimaan Kas dari Penjualan tunai dibagi menjadi 3 prosedur
a)     Penerimaan kas dari Over the counter sale
Konsep penjualan ini pihak pembeli datang ke perusahaan untuk membeli barang, pembeli melakukan pemilihan barang yang akan dibeli, jika sudah menemukan barang, pembali ke kasir untuk mebayar barang yang dibeli. Pada dasrnya pada system over the counter sale ini perusahaan menerima uang tunai  pribadi atau pembayaran langsung dari pembeli dengan credit card setelah pembayaran selesai barang diserahkan ke pembeli.




b)    Penerimaan Kas dari COD sales
Cash On Delivery (COD) sales merupakan konsep penjualan yang melibatkanpihak ketiga misalnya kantor pos, perusahaan jasa pengiriman barang atau angkutan perusahaan sendiri. COD sales ini merupakan konsep yang bertujuan untuk memperluas daerah pemasaran dari barang tersebut dan memudahkan penjual dalam pengiriman barang sampai di pihak pembeli serta jamina penerimaan kas bagi perusahaan penjual.

c)     Penerimaan kas dari Credit Card Sale
Pada dasarnya credit card bukan termasuk sistem penjulan melainkan sebuah sistem pembayaran bagi pembeli dengan menggunakan karu kredit. Credit card merupakan alat pembayaran dalam pembelian yang dapat diterapkan dalam sistem over the counter maupun dalam pejualan dengan sistem COD. Kartu kredit dpat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
1). Kartu kredit bank (bank card)
2). Kartu kredit perusahaan (company card)
3). Kartu kredit bepergian dan hiburan (travel and entertainment card)


2.  Informasi yang diperlukan oleh manajemen
Informasi yang dibutuhkan pihak manajemen dalam penerimaan kas dari penjualan tunai meliputi.
a)      Jumlah pendapatan penjualan berdasarkan jenis produk atau kelompok produk Selama periode tertentu.
b)      Jumlah uang yang diterima dari penjualan tunai.
c)       kuantitas produk yang dijual.
d)      Nama wiraniaga yang melakukan penjualan.
e)      Jumlah harga pokok produk yang dijual dlm periode tertentu.
f)       Otorisasi penjabat yang berwenang.

3. Dokumen yang digunakan
Dokumen transaksi yang muncul akibat penerimaan kas dari penjualan tunai yaitu sebagai berikut.
a.     Fraktur penjualan tunai
Dokumen ini berfungsi untuk pencatatan yang berkaitan dengan transaksi penjualan tunai.
b.    Pita register kas (cas register tape)
Pita register kas merupakan bukti transaksi yang dikeluarkan melalui mesin kas register dibuat oleh bagian kassa dan berfungsi sebagai dokumen pendukung dari fraktur penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan.
c.     Credit card sales slip
Credit card ini berfungsi sebagai alat untuk mengih uang tunai dri bank yang mengeluarkan kartu kredit tersebut, penggunaaan credit card sales slip ini untuk transaksi penjualan yang telah dilakukan ditunjukkan kepada pemegang kartu kredit.
d.    Bill of landing
Bill of landing meruoakan bukt transaksi yang menujukkan penyerahan barang dari perusahaan penjual barang kepada pihak ketiga yaitu perusahaan angkutan umum. Bukti transaksi ini digunakan dalam pengiriman dengan penjualan COD yang penyerahan barangnya dilakukan oleh perusahaan angkutan umum atau pihak ketiga.
e.      Fraktur penjualan COD
Dokumen transaksi digunakan untuk mencatat  yang berkaitan dengan penjualan dengan sistem COD.
f.      Rekapitulasi harga pokok penjualan
Dokumen yang digunakan untuk meringkas harga pokok produk yang dijual dalam periode tertentu. Dokumen ini berfungsi sebagai dokumen pendukung untuk pembuatan bukti memorial yang digunakan untuk melakukan pencatatan haga pokok yang dijual.

Selamat belajar,